Bakal Banyak Dicari di 2022, Ini Alasan Healthy Food Lebih Mahal daripada Junkfood

Pexels.com

Setelah Pandemi Covid-19 selama hampir 2 tahun dan masih belum jelas kapan virus tersebut hilang, kita seperti memiliki kebiasaan baru dalam berbagai hal, terutama dalam pola konsumsi kita. Selama pandemi, Ultrapreneur tentu saja lebih memperhatikan kesehatan, kan?
Belakangan, pola konsumsi dengan memperhatikan sisi kesehatan sedang menjadi tren. Namun, ada keluhan nih, Ultrapreneur. Kenapa sih kok healthy food lebih mahal daripada junkfood?
Penjelasan dari pertanyaan tersebut, bisa nih kita simak dalam artikel ini. Jadi, jangan skip dan baca hingga akhir ya.
3 Hal yang Harus Terpenuhi dalam Makanan Sehat
Ultrapreneur harus paham terlebih dahulu nih, alasan suatu makanan disebut sebagai healthy food atau makanan sehat. Setelah tahu, Ultrapreneur mungkin akan paham kenapa healthy food lebih mahal daripada junkfood atau justru sebaliknya, bahwa tidak seharusnya healthy food lebih mahal dibanding junkfood karena alasan-alasan di bawah ini.
Nah, tidak perlu berlama-lama, yuk langsung disimak saja!
1. Sumber Makanan
Makanan disebut healthy food karena sumber makanan tersebut dari alam, natural, tidak melalui proses mesin atau buatan lainnya. Contoh paling mudah ya tentu saja sayur-mayur. Ditanam dengan baik, tanpa pestisida berlebih, dan tidak melalui proses pengolahan buatan, seperti mie instan.

2. Proses Memasak
Tidak hanya sekadar bersumber dari sumber alami, tetapi juga proses pengolahan atau memasak yang baik.
Kita bisa membandingkan dengan junkfood seperti ayam goreng. Proses pengolahan ayam goreng dalam resto cepat saji adalah secara mass production atau diproduksi dalam jumlah banyak sekaligus sehingga kita tidak tahu apakah nutrisi dari ayam yang termasuk sumber makanan alami tetap ada atau tidak.
Terlebih, proses pengolahan makanan dalam resto cepat saji juga menggunakan bumbu-bumbu yang tentu saja sudah diolah sedemikian rupa dengan bahan kimia buatan serta menggunakan minyak goreng yang tentu saja digunakan berkali-kali.
Hal tersebut tentu saja akan berbeda jika daging ayam diolah dengan baik, memperhatikan waktu pemasakan yang pas, dengan bumbu-bumbu alami.

3. Waktu Penyajian
Waktu penyajian juga berpengaruh terhadap kualitas makanan. Ultrapreneur tentu saja tahu bukan bahwa makanan dari rumah makanan, terlebih resto cepat saji, yang memproduksi makanan dalam jumlah banyak dalam waktu singkat tentu saja tidak langsung terjual habis. Hal tersebut kemudian akan menyisakan makanan hingga terbeli. Dalam masa menunggu tersebut, makanan bisa saja terkontaminasi bakteri.

Makanan Sehat Tidak Harus Mahal
Dari penjelasan di atas, apakah pertanyaan di judul sudah terjawab? Jika belum, yuk simak penjelasan berikut supaya kita tidak hanya terpatok pada satu standar makanan sehat. Jadi, nantinya kita bisa tahu apakah benar bahwa healthy food lebih mahal daripada junkfood.
1. Makanan Sehat Tidak Hanya yang Dijual Di Mall/Restoran/Kafe Mahal
Makanan sehat tidak hanya berhenti pada variasi salad sayur dan daging yang dijual oleh kafe, restoran, atau mall dengan harga mahal.
Jenis salad tradisional dari Indonesia dengan harga jauh lebih terjangkau adalah pecel, karedok, hingga gado-gado. Salad-salad tradisional ini memiliki cara penyajian sama, yaitu sayuran yang kemudian diberi saus. Saus yang dipakai memang berbeda. Namun, jika kita amati lebih dalam, salad di resto atau mall atau kafe yang menggunakan saus tomat hingga mayonais tentu saja sudah melalui proses pengolahan dengan bahan kimia buatan dan itu tidak bisa dinilai lebih sehat dibanding salad dalam gado-gado yang terbuat dari kacang yang diulek.
Kedua jenis salad tersebut adalah perbandingan paling mudah untuk mematahkan argumen bahwa healthy food lebih mahal dibanding junkfood.
2. Konsumsi Buah dan Sayur secara Fresh
Cara kedua untuk mengonsumsi makanan sehat ini adalah yang paling simpel. Makanan buah dan sayur secara langsung adalah hal paling efektif untuk menjaga nutrisi dan vitamin dalam bahan makanan tersebut terserap dalam tubuh.
Hal tersebut dikarenakan tidak ada pengolahan lain sebelum masuk ke pencernaan kecuali mengunyah. Jadi, nutrisi dan vitamin tetap terjaga. Cara ini justru menghemat biaya dalam proses pemasakan yang membutuhkan bumbu, bahan bakar, hingga tenaga.
Jadi, masih berpikir bahwa healthy food lebih mahal daripada junkfood?

3. Masak di Rumah
Selain memakan sayur dan buah secara fresh, memakan di rumah sendiri juga bisa membuat kita mengontrol nutrisi dan vitamin dalam bahan makanan tersebut. Gunakan bahan tambahan seperti bumbu hingga minyak dengan baik dan alami sehingga tetap sehat.

Alasan paling masuk akan tentang pertanyaan kenapa healthy food lebih mahal daripada junkfood adalah karena branding suatu tempat makan. Kita juga belum terbiasa mengonsumsi makanan sehat sehingga melihat pengolahannya yang terlihat lebih ribet dibanding makanan cepat saji akan urung untuk memasaknya.

BERITA TERKAIT

Cuan Ngalir Terus, Inilah 7 Ide Jualan Makanan yang Laku Setiap Hari

Bakal Banyak Dicari di 2022, Ini Alasan Healthy Food Lebih Mahal daripada Junkfood

Pola Makan Plant Based Bisa Stop Global Warming? Ini Faktanya!

Pelaku UMKM Kuliner Wajib Baca! Inilah 9 Tren Bisnis Kuliner yang Bakal Viral di Tahun 2022

Ketahui Perbedaan 4 Persona Ini Supaya Promosi Bisnismu Tepat Sasaran

Ribuan Peluang Bisnis. Dimulai dari Email Anda