Ketahui Perbedaan 4 Persona Ini Supaya Promosi Bisnismu Tepat Sasaran

Pexels.com

Untuk sukses memasarkan produk, satu kunci sukses yang harus diperhatikan adalah tahu target pasar. Dengan mengetahui siapa saja yang akan disasar dalam melakukan promosi, berarti harus mengetahui sifat apa saja sih yang dimiliki target pasar kita tersebut?
Nah, Ultrapreneur sudah paham belum nih tentang target pasar untuk bisnis Ultrapreneur? Untuk tahu ini, Ultrapreneur nantinya sekaligus bisa loh untuk mengetahui perbedaan produk Ultrapreneur dengan pesaing yang memiliki produk serupa?
Sepertinya tidak perlu berlama-lama ya? Yuk, langsung simak 4 persona berikut supaya Ultrapreneur bisa melakukan promosi bisnis dengan tepat sasaran.


Persona Pertama
Dalam kelompok persona pertama ini lebih berisi ke Generasi Z, yaitu kelompok siswa, mahasiswa, hingga lulusan baru. Biasanya, dalam persona ini lebih mengandalkan penampilan yang menarik sehingga preferensi mereka dalam memutuskan akan membeli makanan, salah satu alasannya adalah penyajian yang cantik dan menarik perhatian.
Persona pertama ini sering menghabiskan waktu untuk nongkrong di kafe atau tempat makan yang sedang banyak dibahas di internet. Mereka memiliki sifat FOMO atau fear of missing out alias takut tertinggal zaman sehingga selalu up to date akan info-info kuliner yang sedang viral.
Biasanya, persona ini akan mengakses informasi dari media sosial berupa instagram dan tiktok. Sosok-sosok yang mempengaruhi mereka adalah teman dekat dan influencer yang memiliki kesamaan hobi dan gaya hidup.
Nah, jika Ultrapreneur mencoba untuk promosi bisnis ke persona pertama ini, bisa deh menggunakan media sosial yang biasa mereka gunakan dan manfaatkan sifat FOMO mereka. Jadi, Ultrapreneur harus menyebarkan info tentang produk bisnis di berbagai komunitas, buat produk tersebut diperbincangkan terus-menerus sehingga melekat di pikiran mereka supaya timbul pemikiran, “Aku belum mencoba makanan tersebut, berarti aku gak update dan gaul nih.”


Persona Kedua
Persona kedua memiliki kondisi lebih mature dibanding persona pertama, baik secara finansial maupun secara umur, yaitu pada generasi Y. Penghasilan rata-rata persona ini adalah lima hingga sepuluh juta. Dengan kondisi demikian, persona kedua ini dapat membeli kebutuhan tersier.
Orang-orang dalam kelompok persona kedua ini lebih mengutamakan mengunjungi tempat makan yang tenang dengan cita rasa enak dan mengenyangkan. Concern mereka juga lebih kepada kesehatan, bahkan biasanya membentuk badan lebih sehat atau melakukan diet untuk kesehatan, sehingga lebih condong konsumsi makanan sehat sudah menjadi gaya hidup mereka.
Persona kedua ini sudah tidak begitu memperhatikan keestetikan suatu hal sehingga tidak terlalu aktif di Instagram, melainkan di media sosial yang lebih profesional seperti LinkedIn. Mereka juga aktif bergabung dalam grup di Telegram untuk berbagai tujuan, utamanya tentang pekerjaan.
Saat promosi bisnis Ultrapreneur menyasar persona ini, Ultrapreneur harus memasarkan dengan gaya bahasa yang lebih sopan dan profesional, tidak seperti pada persona pertama yang lebih condong memakai bahasa gaul dan sehari-hari.


Persona Ketiga
Ketika persona pertama dan persona kedua lebih akrab dengan dunia digital sehingga pemasaran bisa dilakukan lebih banyak di media sosial. Namun, pada persona ketiga ini, mereka masih mengandalkan pasar tradisional untuk membeli kebutuhannya.
Selama pandemi, persona ketiga ini sangat memperhatikan kesehatan fisik dan mental serta benar-benar menerapkan physical distancing.
Segala informasi yang mereka peroleh bersumber dari media sosial, seperti Facebook dan WhatsApp, teman, dan keluarga.
Jika Ultrapreneur berbisnis dengan target pasar kelompok usia 50 tahun ke atas, Ultrapreneur harus harus membagi informasi mengenai bisnis di Facebook sebagai media sosial utama yang digunakan oleh persona ketiga ini. Buat juga pesan siaran melalui WhatsApp karena promosi bisnis akan lebih efektif.


Persona Keempat
Masih produktif, persona ini memiliki penghasilan di antara 5 hingga 7,5 juta. Mereka sudah dijuluki sebagai senior citizen dengan tujuan hidup sudah lebih sederhana karena lebih mementingkan keterjaminan kesehatan.
Dari tujuan tersebut, kita bisa tahu bahwa kuliner yang mereka sasar adalah makanan dengan kandungan rendah gula, kolesterol, dan makanan serba sehat lainnya.
Persona ini memiliki umur di atas 65 tahun dan masih mengandalkan televisi sebagai media utama untuk mendapatkan informasi. Ultrapreneur bisa mengiklankan produk melalui iklan pendek di berbagai program acara di televisi, terutama yang menyangkut tentang berita dan sinetron kekini.
Satu-satunya media sosial yang aktif mereka gunakan adalah WhatsApp dengan keluarga dan teman sebagai sumber informasi lainnya, selain acara televisi, sehingga promosi bisnis yang bisa Ultrapreneur sasar adalah melalui media tersebut.

Itulah keempat persona yang bisa Ultrapreneur pelajari sebagai patokan promosi bisnis Ultrapreneur. Sebagai disclaimer, penjelasan mengenai empat persona ini adalah berisi orang-orang yang berasal dari kota-kota besar, seperti Surabaya, Jakarta, Bandung, Medan, hingga Makassar.
Data diperoleh dari materi Food Forecast 2022 yang disusun oleh Wednes Aria Yuda (CTO of Cokelat Ndalem) dan Bonnie Susilo (Ultra Revenue Officer). Materi Food Forecast 2022 ini sedang dikampanyekan oleh Ultra Indonesia sebagai edukasi terhadap para UKM kuliner sehingga bisa lebih terencana dalam menyambut pola dunia bisnis kuliner 2022.

BERITA TERKAIT

3 Cara Menentukan Target Pasar dengan Tepat Hasilkan Cuan Lebih Cepat

Berpotensi Besar, Ini Alasan Lain Kenapa Bisnis Kuliner Menjanjikan, Apa Saja?

Kenyamanan Nomor Satu, 4 Cara Jitu Menentukan Lokasi Bisnis Kuliner

8 Cara Memulai Bisnis Kuliner yang Harus Diketahui oleh Pebisnis Pemula

6 Bisnis Kuliner Online yang Menjanjikan dengan Potensi Omset Ratusan Juta

Ribuan Peluang Bisnis. Dimulai dari Email Anda