Banjir Pesanan, Inilah 6 Strategi Bisnis Kuliner yang Ampuh untuk Gaet Pembeli

Tingkat persaingan di pasar kuliner saat ini cukup ketat, banyak pebisnis dengan ide usaha yang lebih baru semakin bermunculan. Dalam pepatah dikatakan “memulai bisnis itu memang susah, tetapi mempertahankan sebuah bisnis itu jauh lebih sulit”.
Dalam mengelola sebuah usaha, tentunya Ultrapreneur ingin agar usaha yang digeluti bisa sukses dan memperoleh banyak orderan. Berikut ini adalah 6 strategi bisnis kuliner yang dapat Ultrapreneur lakukan.

1. Gunakan Foto Makanan yang Bagus dan Profesional 


A Photo by Rfstudio on Pexels

Menurut Ultrapreneur, hal apa sih yang akan dilakukan orang ketika sedang makan di restoran yang sedang viral? Tentu saja mereka akan memfoto makanannya!
Oleh karena itu, foto makanan yang proper sangat penting dalam sebuah usaha kuliner. Entah akan di posting di Instagram, Tokopedia, Gojek, atau pun Grab, foto tersebut haruslah jelas dan menggambarkan secara real apa yang akan didapat oleh pembeli. 
Foto makanan yang bagus dapat meningkatkan rasa percaya pembeli bahwa produk tersebut benar-benar oke dan layak untuk dibeli.

2. Gunakan Packaging yang Aman sehingga Makanan Tidak Kotor atau Berantakan


A Photo by Krisp Cut on Pexels

Bisnis kuliner memiliki bentuk yang sangat beragam, mulai dari makanan kering, basah, hingga frozen. 
Seringkali para pengusaha kuliner mengalami masalah di pengiriman produk sebab packaging yang digunakan kurang sesuai dan malah membuat makanan hancur, berantakan, bahkan basi. 
Hal semacam ini sering terjadi ketika pengiriman melalui ojek online. Banyak kasus yang plastiknya bocor atau isinya tumpah karena dibawa dengan motor. 
Sebagai pebisnis, Ultrapreneur perlu memikirkan cara bagaimana agar proses pengiriman makanan dapat berjalan dengan mulus. Salah satunya dengan memakai bungkus atau kemasan yang lebih rapat dan mendesain kemasan khusus untuk makanan yang rentan basi atau mencair. 
Strategi bisnis kuliner ini dapat meningkatkan kepuasan pelanggan sebab makanan yang dipesan datang dengan aman dan sesuai harapan. 

3. Pakai Jasa Endorse Selebgram atau Youtuber Kuliner 

Strategi bisnis kuliner yang satu ini merupakan senjata ampuh untuk mempromosikan bisnis kuliner Ultrapreneur. 
Cara ini dianjurkan apabila Ultrapreneur memiliki budget berlebih. Jika budget yang Ultrapreneur miliki masih terbilang pas-pasan lebih baik menggunakan fitur advertising pada media sosial seperti Instagram ads atau Facebook ads. 
Jangan lupa memastikan bahwa influencer yang di-endorse benar-benar memiliki audiens yang sesuai dengan target customer. Misalnya, jika produk yang Ultrapreneur jual adalah kopi, pilihlah influencer yang audiensnya atau followersnya adalah anak-anak muda yang gaul dan suka nongkrong. Jangan hanya terpaku pada jumlah followers yang dimiliki oleh influencer tersebut, tetapi sesuaikan dengan kebutuhan bisnis Ultrapreneur.

4. Promosikan Produkmu di Media Sosial dan jual di Grab atau Go-Jek

Ultrapreneur dapat menggunakan media sosial seperti Instagram atau Facebook sebagai media promosi dan content marketing. Penggunaan media sosial ini bertujuan untuk mendistribusikan informasi produk seperti menu, harga, lokasi, maupun komposisi produk. 
Untuk proses penjualan, Ultrapreneur dapat mengalihkan pembeli ke aplikasi pemesanan makanan seperti Grab atau Gojek, sehingga pemesanan makanan dapat lebih praktis dan terpercaya. Pembeli tidak perlu untuk mengetik alamat, menulis pesanan, atau kesulitan ketika melakukan pembayaran.

5. Berikan Diskon, Promo, dan Gratis Ongkir 


A Photo by Polina Tankilevitch

Di masa awal ketika Ultrapreneur mendirikan toko online, baik itu di  Gojek atau pun Grab, sebaiknya berikan calon pembeli berbagai macam promo, diskon, dan gratis ongkir. Apa sih tujuannya?
Tentu saja untuk memperoleh review, semakin banyak review yang didapat (terutama bintang 5), semakin orang akan percaya dengan produk yang Ultrapreneur jual dan kemungkinan besar mereka akan membeli produk tersebut dibanding yang lain.
Strategi bisnis kuliner ini memang mengakibatkan kerugian di awal, tetapi hal tersebut bukanlah sebuah masalah sebab yang paling susah dalam menjalankan sebuah bisnis adalah bagaimana dapat meyakinkan orang untuk membeli produk yang Ultrapreneur jual. 
Setelah berhasil mendapat review yang banyak, Ultrapreneur akan lebih mudah dalam menjalankan bisnis sebab sudah banyak orang yang percaya dengan brand dan produk yang Ultrapreneur jual, sehingga strategi yang lain dapat mulai dipikirkan dan dipraktikkan agar bisnis semakin berkembang.

6. Rutin Update Stok Makanan yang Kamu Jual 

Apakah Ultrapreneur pernah memesan makanan via Gojek Atau Grab kemudian abang ojolnya nelpon dan bilang kalau makanannya habis? 
JIka Ultrapreneur pernah merasakannya, pasti ada rasa kecewa yang mendalam bukan? apalagi kalau pas lagi pengen banget makanan itu. 
Hal semacam ini kurang baik untuk kemajuan bisnis kedepannya, karena bisa saja pembeli menganggap restoran Ultrapreneur kurang profesional dan suka PHP-in pembeli. 
Jangan lupa selalu pastikan admin atau kasir resto Ultrapreneur selalu melakukan update terkait stok makanan secara rutin sehingga pembeli tidak akan merasa kecewa ataupun di bohongi. 

Strategi bisnis kuliner ini bisa dibilang sangat mudah sebab tidak memerlukan biaya yang mahal tetapi memiliki dampak yang cukup besar untuk kemajuan bisnis.
Itulah 6 strategi bisnis kuliner  yang dapat Ultrapreneur praktikkan. Mulailah dari strategi yang Ultrapreneur anggap paling mudah, lakukan dengan senang hati,  buat produk atau restoran Ultrapreneur lebih terkenal dan mendapat banyak orderan. 

Ditulis oleh Reza Vivin Takririyah