Dari Karyawan menjadi Pengusaha, Perhatikan 5 Hal Ini Supaya Lebih Terarah

Bertemu atasan yang tidak apresiatif, upah tidak sesuai dengan keinginan, hingga rekan kerja yang toxic adalah tiga dari berbagai macam alasan yang seringkali membuat kita ingin resign dari kantor. Terlebih, jika kamu memiliki keinginan terpendam untuk mengubah peran kita dari karyawan menjadi pengusaha sesuai dengan passion.
Boleh kok memiliki pemikiran seperti itu. Namun, kamu harus tahu nih risiko jika kamu keluar dari perusahaan untuk mendirikan bisnis sesuai dengan keinginan kita. Sebab, kita semua tahu dong jika lingkungan di perusahaan dengan peran kita sebagai karyawan dan lingkungan di sebuah usaha dengan kita sebagai pemilik itu sangat berbeda?
Untuk tahu lebih paham lagi, di artikel ini akan dibahas mengenai 5 hal yang harus diperhatikan ketika kita ingin mengubah peran dari karyawan menjadi pengusaha. Yuk langsung disimak dan dipelajari!

1. Bangun Niat dengan Baik

Ketika ingin melakukan sesuatu, sudah pasti dimulai dari niat yang baik. Niat inilah yang nantinya akan membawa kamu kepada keteguhan diri untuk tetap konsisten menjalani hal yang kamu ingin mulai tersebut.
Pertanyakan kepada diri sendiri mengenai, “Kenapa sih ingin resign dari kantor untuk membangun usaha sendiri?” Jika kemudian jawabannya adalah karena di kantor diri kita tidak nyaman dan tidak diapresiasi dengan layak, tanyakan lagi, “Apakah sudah 100% niatan untuk membangun usaha?”
Jika jawaban dari kedua pertanyaan tersebut membuat kamu semakin ingin membangun bisnis, berarti niatmu sudah teguh. Jadi, ketika nanti kedepannya kurang lancar, kamu tetap bertahan karena niat dasar sudah kuat.

2. Memiliki Tabungan Lengkap


A photo by Michael Longmire on Unsplash.com

Hal yang tak kalah penting adalah tabungan. Jenis tabungan yang harus kamu miliki tentu saja macam-macam. Tabungan utama yang harus kamu miliki ada dua, yaitu dana nganggur dan dana darurat. Dana nganggur ini yang nantinya akan kamu gunakan sebagai modal awal untuk membangun usaha.
Dari sana, meskipun nantinya usaha yang dibangun kurang berjalan dengan baik, dana kamu tetap utuh sebab dana tersebut tidak untuk digunakan untuk hal lain.
Nah, lain halnya dengan dana darurat. Dana ini nantinya akan membantu kamu untuk membiayai hal-hal yang datang mendadak, seperti sakit hingga bisnis tidak berjalan dengan baik sehingga penghasilan tidak menentu.

3. Buat Konsep Bisnis yang Kuat

Konsepkan bisnismu dengan baik. Bisnis apa sih yang ingin kamu buat? Kamu jago memasak sehingga ingin membuat bisnis kuliner? Atau bisnis mengenai furnitur karena kamu sangat menggemari perkakas rumah tangga? Atau bahkan bisnis mengenai otomotif karena kamu sangat cinta dengan motor atau mobilmu?
Semua alasan itu harus kamu olah dan jadikan konsep untuk bisnismu kelak. Lakukan brainstorming dengan yang lebih ahli sehingga kamu memiliki perspektif baru mengenai kesulitan hingga kemudahan ketika kamu menjalankan bisnis tersebut.

4. Memiliki Rencana Bisnis yang Matang


A photo by Jason Goodman on Unsplash.com

Setelah kamu membuat konsep bisnis yang tepat, jangan lupa untuk miliki rencana bisnis. Rencana bisnis ini akan mencakup bagaimana kamu menghadapi kesulitan, merancang keuangan baik keluar maupun masuknya, hingga target untuk bisnismu kelak, apakah hanya ingin di skala kecil atau meluas. Jika ingin lebih meluas, apa yang harus kamu siapkan?
Sebagai pemula, pandangan bagaimana menjalankan bisnis tentu saja masih sedikit sekali, kan? Nah, pandangan-pandangan untuk membuat rencana bisnis ini bisa kamu dapatkan dari belajar dari buku, modul, hingga mengikuti seminar bisnis supaya kamu lebih tercerahkan lagi.

5. Memiliki Rencana Cadangan

Jangan bermimpi bahwa ketika kita sudah memiliki konsep bisnis yang kuat, rencana bisnis yang matang, hingga modal besar, maka akan membuat niat membangun bisnis berjalan mulus. Terkadang, sematang apapun rencana, tetap akan memiliki hambatan di depan.
Nah, inilah alasannya kenapa kamu membentuk rencana cadangan. Jadi, ketika bisnis kamu tidak berjalan dengan lancar atas rencana A, kamu masih memiliki rencana B, C, hingga Z.
 
Itulah 5 hal yang harus kamu pelajari ketika ingin mengubah peran dari karyawan menjadi pengusaha. Dan yang pasti, baik menjadi karyawan maupun pengusaha, keduanya sama-sama memiliki risiko yang tidak mudah untuk ditanggung.

Ditulis oleh Nisa Maulan Shofa