Jali-Jali alias Barley Indonesia, Sumber Serat Pangan

Kalau kita mendengar kata Jali-Jali atau Hanjeli (di Jawa Barat), mungkin tidak banyak dari kita yang pernah dengar atau bisa membayangkan bentuknya. Memang Jali-Jali ini bukanlah bahan makanan yang populer di Indonesia lagi. Termasuk dalam suku padi-padian, Jali-jali memang merupakan tanaman pangan yang jarang diaplikasikan lagi dalam pola makan sehari-hari masyarakat Indonesia lagi. Padahal, lagu Jali-Jali yang dipopulerkan oleh almarhum Benyamin Sueb, berdasarkan cerita tentang si makanan unik ini loh.

Menurut Ibu Nanny Djaya, dokter dan staf pengajar UNIKA, penelitian tentang jali-jali ini memang tidak banyak, padahal secara literatur, jali-jali punya manfaat kepada pencernaan yang sangat baik. Jali-jali secara alami memiliki kandungan serat pangan dan pre-biotik, beta-sitosterol, yang baik untuk mengendalikan kolesterol dalam darah. Prebiotik yang baik bagi tubuh ini, jika dikombinasi dengan probiotik yang bisa diperoleh dari yoghurt, maka akan semakin baik untuk menjaga kebaikan mikrobia di saluran pencernaan kita.

Selain itu, jali-jali juga baik untuk diet karena serat pangannya tadi mampu membuat pencernaan merasa penuh dan kenyang lebih lama. Serat pangannya juga membantu untuk mengkontrol produksi insulin pada tubuh sehingga mampu menjaga kita dari diabetes tipe II yang diakibatkan oleh perubahan pola makan masyarakat modern. Masih dari serat pangannya jali-jali, manfaat lain adalah kemampuannya membersihkan pencernaan sehingga mengurangi potensi adanya kanker usus baik usus besar maupun usus kecil. Serat pangan pada jali-jali pun mampu mengurangi potensi terjadinya kasus batu empedu. 

Untuk produk makanan, secara sederhana dan tradisional, biasanya jali-jali dibuat menjadi bubur. Dengan tambahah gula kelapa ataupun gula pasir putih sebagai pemberi citarasa. Namun, jali-jali sebenarnya bisa diaplikasikan dalam banyak bentuk lain semisal ditambahkan dalam aneka jus buah untuk memperkaya serat pangannya. Jali-jali yang tidak punya rasa spesifik, tidak mengubah rasa dari jus buah, tapi akan menambah serat pangan dalam produk jus ini. Jali-jali juga dapat dipergunakan untuk membuat roti karena kandungan glutennya cukup tinggi. Jali-jali juga dapat difermentasi untuk dibuat menjadi tape seperti tape ketan ataupun bisa difermentasi lebih lanjut untuk menjadi aneka olahan minuman beralkohol. Untuk yang mempunyai alergi terhadap gluten, tentu saja ada baiknya untuk mempertimbangkan mengkonsumsi jali-jali karena kandungan glutennya cukup tinggi. 

Bagaimana ? Keren kan potensi komoditas Indonesia ini ? Tertarik untuk ngobrol lebih lanjut tentang potensi komoditas makanan Indonesia ? Yuk hubungi kami di UltraIndonesia.com ya