Sepuluh Trend di Dunia Agribisnis Yang Akan Muncul

Dunia agribisnis erat kaitannya dengan bisnis makanan ya Ultrapreneur. Karenanya, kita perlu juga mencermati informasi-informasi yang muncul di dunia agribisnis. Dilansir dari Forbes.com akan ada beberapa trend di dunia agribisnis yang berkaitan dengan dunia makanan dan akan menjadi trend di beberapa waktu ke depan. Trend tersebut antara lain :

 

1. Jumlah makanan akan semakin berlimpah.

Data dari World Economic Forum menyatakan bahwa biaya produksi makanan akan semakin menurun. Ini mengakibatkan bahwa makanan akan semakin mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau. Hampir seluruh dunia mengalami trend ini kecuali di Afrika yang masih terkendala dengan bentang alamnya yang agak menyulitkan proses distribusi sehingga harga produk makanan masih tetap tinggi.

Petani pun kini mempunyai akses ke pasar dengan lebih mudah didorong oleh teknologi yang tersemat dalam smart phone mereka. 60% penduduk dunia semakin terhubung dengan internet. Dan ini memicu semakin transparannya harga pasar terhadap produk pertanian, dan akhirnya menimbulkan disrupsi pada supply chain dan menurunkan harga produk makanan.

 

2. Perubahan iklim itu nyata

Perubahan iklim mengancam dunia pertanian terutama karena dunia kini terlalu tergantung pada 12 jenis tumbuhan penghasil makanan pokok dan hanya 5 jenis hewan ternak. Perubahan iklim yang masif terjadi karena efek dari gas metan yang dihasilkan oleh hewan ternak dan juga polusi akibat sistem pertanian modern. 

 

3. Protein pengganti daging akan merajalela

Banyak yang masih meragukan bahwa protein pengganti daging atau kita sebut juga sebagai fake meat akan dapat menggantikan daging dari hewan asli. Saat ini memang biaya produksinya masih terlalu tinggi untuk daging alternatif yang ditumbuhkan di laboratorium. Sedangkan untuk fake meat yang dibuat dari tumbuh-tumbuhan belum dapat menyerupai tekstur daging dan rasa daging seutuhnya. Namun dengan semakin berkembangnya AI, maka dimungkinkan ditemukannya resep-resep baru yang akan semakin mendekatkan tekstur dan rasa fake meat menuju daging alami.

 

4. Hewan ternak perlu tambahan pengawasan

1 dari 4 hewan ternak terutama babi, tewas karena virus African Swine Fever (ASF). Ini mengakibatkan perlunya penanganan lebih terutama untuk menghasilkan hewan ternak yang lebih tahan terhadap penyakit. Kurasi terhadap gen yang rentan terhadap penyakit ini nampaknya akan semakin gencar dilakukan ke depan. Demikian pula dengan jenis pakan atau gen yang berkaitan dengan produksi gas metan di dalam tubuh hewan ternak. AI pun tak kalah marak dalam rangka mengurangi limbah dan produksi yang tidak efisien dalam manajemen peternakan.

 

5.Perang dagang akan memanas

Sekalipun perang dagang sepertinya menjadi perang dingin, namun pada dasarnya tetap terjadi. Perang dagang tak hanya terjadi antara negara, tapi juga antara teknologi lama dengan teknologi baru. Perang dagang antara pemain komoditas lama dengan teknologi blockchain yang menginginkan transparansi akan terjadi pula. 

 

6. Toko retail berbasis grocery tradisional akan meredup

Kaum milenial yang semakin tinggi populasinya akan menggeser pola konsumsi tradisional di toko retail. Kaum milenial yang menginginkan kepraktisan akan lebih memilih untuk berbelanja online atau menggunakan aplikasi berbasis pesan hantar. Pay later atau layanan bayar belakangan akan pula menjadi trend milenial dalam penggunakan dananya. Toko retail pun perlu mulai memasukkan unsur experience proses berbelanja.

 

7. Brazil akan menjadi Greenhouse dunia

Dengan besarnya lahan hijau di Brazil, negara ini akan semakin mengukuhkan dirinya sebagai penghasil utama produk makanan dunia terutama untuk komoditas berupa : kedelai, jagung, kopi, asparagus, jus jeruk, gula, daging ayam, kulit samak, daging sapi, kacang mede dan banyak komoditas lainnya.

Ini didukung dengan gencarnya pemerintah Brazil menggunakan sistem Cerrado yang mengubah landscape pertanian di Brazil. Penggunana Geospatial Information System yang baik, seleksi benih yang tahan hama dan produktivitas tinggi, precise farming, penggunaan drone untuk melengkapi proses pertanian terkendali, smart irrigation system dan banyak hal baru lainnya mendongkrak produksi komoditas di negara ini.

 

8. China adalah negara konsumen makanan terbesar

Dengan jumlah penduduk yang banyak, dan tanah pertanian yang kian terbatas, China tak ayal lagi menjadi negara dengan konsumsi makanan terbesar di dunia. Program One Belt One Road akan meneguhkan China untuk berada pada pusat pasar dunia baik dalam negerinya maupun kebijakan luar negeri mereka. 

China yang saat ini menjadi pemimpin dalam dunia IT dan AI, akan makin banyak menggunakan teknologi baru dalam proses pertanian mereka karena lahan pertanian subur yang kian berkurang.

 

9. Ganja akan menjadi trend baru

Ganja tak hanya sekedar membantu di sisi kesehatan manusia, tapi kini ganja mulai menjadi alternatif pengganti alkohol. Ini ditunjukkan dengan adanya akuisisi perusahaan penyedia ganja di Kanada oleh perusahaan minuman yang cukup besar yaitu Constelation Brands

 

10. Modikasi genetik dapat membantu kesehatan

Teknologi modifikasi gen yang semakin maju dan dibantu dengan semakin majunya teknologi AI, akan dapat membantu manusia untuk mengurangi potensi-potensi penyebab kepunahan manusia. Teknologi CRISPR-9 ternyata lebih efisien dibandingkan teknologi modifikasi genetik tradisional. Dengan CRISPR-9, kita akan dapat mengurangi potensi kematian manusia akibat virus dan penyakit mematikan seperti yang sekarang terjadi. Dan dapat pula membuat vaksin yang membuat manusia mampu adaptif terhadap perubahan iklim. 

Pada dekade ini, umat manusia akan dihadapkan pada tantangan besar untuk dapat menyiapkan makanan secara sustainable karena lahan pertanian yang makin sedikit. Modifikasi gen dapat menjadi salah satu alternatif untuk melakukan terobosan di bidang ini.

Kira-kira demikianlah trend di dunia agribisnis yang akan berkaitan dengan dunia pangan kita. Makin penasaran dengan berita-berita terbaru di dunia pangan ? Jangan lupa untuk berlangganganan newsletter dari UltraIndonesia.com ya.